Community Development

PENGEMBANGAN TEMPAT OLAH SAMPAH SETEMPAT (TOSS)

Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkab Klungkung, PT Indonesia Power, dan STT PLN yang di tandatangani hari Selasa tanggal dua belas Desember tahun 2018 No : 40.MoU/060/IP/2017 tentang pengolahan sampah menjadi energy tidak lepas dari upaya untuk mengolaborasikan unsur pendidikan, pemerintah, dan badan usaha dalam bidang pengelolaan dan pemanfaatan sampah menjadi energi (Waste Management and Waste to Energy) sehingga mampu menghasilkan suatu produk hasil penelitian yang kongkrit, taat hukum dan aturan, dan dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat luas.

Oleh karena itu, turunan dari Kesepakatan Bersama tersebut harus diterjemahkan lebih lanjut ke dalam suatu Perjanjian Kerjasama antara Pemkab Klungkung dan STT PLN, Pemkab Klungkung dengan PT Indonesia Power, serta PT Indonesia Power dan STT PLN. Dalam hal ini, Pemkab Klungkung dan STT PLN telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dalam koridor Penelitian dan Pengembangan, Sosialisasi, Pendampingan, Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah Menjadi Energi (Waste Management and Waste to Energy) pada 28 Desember 2017 di Kantor Bupati Klungkung, Bali. Perjanjian Kerjasama ini adalah suatu produk hukum antara Pemkab Klungkung dan STT PLN dalam upaya implementasi dan pengembangan program TOSS-KLISI di seluruh kabupaten Klungkung, Bali dengan slogan TOSS Gema Santi yang merupakan akronim dari Tempat Olah Sampah Setempat sebagai Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif Pemkab Klungkung, Bali.

Program pertama antara Pemkab Klungkung dan STT PLN pasca penandatanganan Perjanjian Kerjasama tersebut adalah Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sente pada 31Desember 2017. Pasca di tutupnya TPA Sente yang merupakan TPA terbesar di Kabupaten Klungkung, Pemerintah kabupaten Klungkung menerapkan pengolahan sampah menggunakan metode TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Terkait program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Indonesia Power Unit Pembangkitan mengundang Sembilan Desa pengelola Tempat Sampah di Kabupaten Klungkung Hari Kamis Tanggal 8 Maret 2018 di Ruang Jempiring UP Bali Terdiri dari Desa Gunaksa, Desa Tangkas, Desa Dawan Kelod, Desa Dawan Kaler, Desa Akah, Desa Paksa Bali, Desa Gelgel, Desa Aan dan Desa Tohpati dari hasil diskusi hanya desa Gunaksa yang telah siap menerapkan pengolahan sampah dengan metode TOSS karena didukung oleh BUMDes Desa Gunaksa yang telah membangun sarana dan prasarana TPA dan pertimbangan lainnya adalah Desa Gunaksa telah diadakan sosialisasi di masyarakat terkait program TOSS sehingga Desa Gunaksa di tetapkan menjadi Desa Binaan PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali

Tujuan Program Pengembangan TOSS adalah melakukan pengolahan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat. Kelompok yang mengelola TOSS mengurangi pengangguran karena dari TOSS ini mereka mendapatkan pekerjaan. Selain itu, program ini melakukan pengolahan sampah untuk dijadikan pelet sebagai pengganti bahan bakar sehingga dapat mengurangi penumpukan sampah di TPST.

PROSES PERENCANAAN

Proses perencanaan program TOSS terdiri dari identifikasi dan survey awal di Desa Gunaksa, musyawarah dengan tokoh masyarakat dan aparat Desa Gunaksa, sosialisasi program kepada masyarakat Desa Gunaksa, pembentukan kelompok serta pengurus Kelompok TOSS Werdhi Guna, penyusunan jadwal aksi kegiatan berdasarkan kesepakatan Kelompok TOSS Werdhi Guna.

PELAKSANAAN PROGRAM

Saat ini, program TOSS sudah mampu melakukan pengolahan sampah menjadi pelet sehingga dapat mengurangi sebagian sampah yang biasanya hanya menumpuk saja. Di kelompok Werdhi Guna terdiri dari 14 orang dan kelompok swadaya masyarakat Nangun Resik terdiri dari 10 anggota yang melakukan pengolahan sampah mulai dari memasukkan sampah ke dalam box peyeumisasi, menyiramkan bioaktivator, mencacah sampah dan membentuk menjadi pelet. TOSS Kelompok Werdhi Guna sudah mampu menjual pelet ke bumdes sebanyak 10 ton. Kelompok TOSS Werdhi Guna juga sudah sering mendapat kunjungan baik dari instansi pendidikan maupun pemerintahan bahkan kementerian RI.

Program TOSS juga sudah mulai dikembangkan di tingkat SD dan SMP. Para pelajar di tingkat SD dan SMP diajarkan tentang pendidikan berbasis lingkungan berdasarkan modul pengelolaan sampah pada mata pelajaran ekstakulikuler. Dalam modul tersebut terdapat materi tentang jenis-jenis sampah, bahaya sampah, dan bagaimana cara mengolah sampah dengan metode TOSS.

HAMBATAN

Pengolahan sampah menjadi pelet masih belum maksimal karena mesin pencacah yang masih mengalami beberapa kendala dan kapasitas masih kecil. Selain itu sampah yang masuk ke TOSS Werdhi Guna masih sangat beragam. Karena belum semua masyarakat memiliki kesadaran untuk memilah sampah di tingkat rumah tangga. Sehingga masih cukup banyak residu yang ada di lokasi pengolahan sampah.

Secara Compass Sustainability, program TOSS ini dapat dilihat dari 4 sisi yaitu ekonomi, sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Secara ekonomi, program ini sudah mampu mengurangi pengangguran dengan menjadikan masyarakat sebagai pengelola TOSS, selanjutnya ke depannya bisa menambah pendapatan bagi para pengelola. Secara sosial, program ini mampu menciptakan satu kelompok yang di dalamnya terdapat kohesi sosial yakni kelompok pengelola TOSS tersebut. Dari sisi lingkungan, program TOSS mampu mengurangi sampah di TPST yang dapat menumpuk seperti TPST pada umummnya. Akan tetapi dengan Program TOSS sampah dengan diolah menjadi pellet untuk pengganti bahan bakar. Dilihat dari keberlanjutannya, program TOSS ini mampu menciptakan keberlanjutan baik bagi Kelompok Werdhi Guna dan KSM Nangun Resik maupun bagi masyarakatnya.

Kegiatan CSR yang sudah dilaksanakan di Kelompok TOSS Werdhi Guna dan KSM Nangun Resik, antara lain:

a. Pelatihan pembuatan bioaktivator

b. Benchmark dari perusahaan lain

c. Pelatihan manajemen administrasi kelompok

d. Pelatihan pemeliharaan mesin dan peralatan TOSS

e. Pemberian bantuan fasilitas balai informasi

f. Pemberian 1 mesin pencetak pelet skala besar

g. Pemberian 30 box fermentasi/peuyeumisasi

h. Pengadaan modul pengelolaan sampah

i. Pelatihan mengenai TOSS oleh local hero di KSM Nangun Resik sebagai kelompok replika TOSS

j. Pemberian 4 lusin baju seragam

Program pengolahan sampah belum bisa memberikan nilai ekonomi berupa tambahan penghasilan yang signifikan dalam kelompok, tetapi program ini memiliki dampak yang bagus untuk lingkungan yaitu kebersihan lingkungan dapat terjaga. Sehingga meskipun kurang secara ekonomi tetapi kelebihannya yaitu kelestarian lingkungan terjaga, program ini dapat terus dilakukan.

Back