Hasil Absolut per Tahun (ekor)
| Tahun | Hasil Absolut (ekor) | Anggaran (Rp 000) |
|---|---|---|
| 2022 | Program belum berjalan | |
| 2023 | Program belum berjalan | |
| 2024 | 3 | 35.000 |
| 2025 | 4 | 22.080 |
| 2026 | 5 | 22.080 |
*Data hingga Juni 2026.
Jalak Putih Tunggir Abu (Acridotheres melanopterus) merupakan burung yang memiliki ciri khas bulu berwarna putih dengan sayap berwarna hitam. Burung ini memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai pemakan serangga dan penyebar biji. Namun kondisinya saat ini terancam kehilangan habitat karena kegiatan manusia. Menurut data IUCN (International Union for Conservation of Nature) Red List, burung Jalak Putih Tunggir Abu dinyatakan sebagai salah satu dari banyak hewan yang terancam punah sehingga bentuk pemanfaatan dan peredarannya harus mendapat perhatian secara serius.
Desa Pecatu terletak di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Indonesia. Berada di bagian selatan pulau, desa ini terkenal dengan keindahan alamnya dan pantai-pantainya yang menawan. Desa Pecatu merupakan daerah yang kaya akan budaya Bali, dengan banyak pura dan upacara adat. Dikenal sebagai destinasi internasional, terutama di Pantai Padang Padang dan Pantai Nyangnyang, keindahan tebing-tebingnya juga menarik banyak wisatawan. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu saat matahari terbenam. Selain itu, terdapat berbagai resort dan spa yang menawarkan pengalaman relaksasi. Ekonomi desa sebagian besar bergantung pada pariwisata, dengan kombinasi keindahan alam, budaya, dan aktivitas yang menarik.
Selain menjadi destinasi wisatawan, Desa Pecatu merupakan salah satu lokasi yang menjadi habitat bagi Jalak Putih Tunggir Abu. Burung Jalak Putih Tunggir Abu dijumpai di tiga titik lokasi, yakni Karangboma, Pantai Selonding, dan Pantai Nyangnyang. Habitat dari Jalak Putih Tunggir Abu ini berada di area dengan tebing dan hutan semak (lahan yang dipenuhi semak belukar dan beberapa pohon).
Bila dilihat dari populasinya, keberadaan Jalak Putih Tunggir Abu cenderung menurun dan bahkan termasuk kategori kritis, dikarenakan populasinya sangat sedikit mengingat habitatnya mulai terancam. Masyarakat Desa Pecatu berupaya meningkatkan populasinya melalui upaya konservasi. Dalam pelaksanaan program pelestarian Jalak Putih Tunggir Abu, PT PLN Indonesia Power UBP Bali dalam komitmennya bersahabat dengan lingkungan, searah dengan komitmen dan program Pemerintah Provinsi Bali untuk melaksanakan program inovatif Bali Green Province.
PT PLN Indonesia Power UBP Bali melaksanakan program pelestarian burung Jalak Putih Tunggir Abu di desa Pecatu, Bali, sebagai keberlanjutan kerjasama dengan Konservasi Indonesia dengan penerbitan MOU Kerjasama.
Adapun peran dan kontribusi PT PLN Indonesia Power UBP Bali antara lain:
- Menyediakan sarana untuk kegiatan pemantauan rutin
- Bantuan media komunikasi berupa papan informasi di sekitar Kawasan konservasi
- Pemberian pembinaan mengenai pentingnya perlindungan dan pemulihan populasi burung Jalak Putih Tunggir Abu
- Nama Program
- Pelestarian Jalak Putih Sayap Hitam sebagai Hewan Endemik Bali
- Tujuan
- Bersama masyarakat melestarikan Jalak Putih Tunggir Abu sebagai salah satu hewan yang dilindungi dan terancam punah
- Sasaran
- Meningkatkan / mempertahankan jumlah spesies Jalak Putih Tunggir Abu
- Tahun
- 2024, 2025, 2026
- Jenis
- Kegiatan yang Berkaitan dengan Community Development
- Anggaran
- Rp 35.000.000,00 (2024)
Rp 22.080.000,00 (2025)
Rp 22.080.000,00 (2026)

