Program: KOMPOSTING SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS
Komposting merupakan program pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos ini dibuat dari sisa-sisa daun kering dan rumput liar di halaman area UBP Bali Pesanggaran. Pada prinsipnya pengembangan teknologi pengomposan didasarkan pada proses penguraian bahan organik yang terjadi secara alami. Namun Proses pengomposan yang terjadi secara alami berlangsung lama dan lambat. Untuk mempercepat proses pengomposan ini telah banyak dikembangkan teknologi-teknologi pengomposan. Pupuk kompos banyak meiliki manfaat untuk kesuburan pada tanaman, sehingga dengan adanya program komposting ini selain dapat di manfaatan untuk tumbuhan juga dapat membantu kebersihan lingkungan sekitar dan mengurangi timbulan sampah organik di area UBP Bali Pesanggaran.
- Dasar
- Kebijakan Lingkungan Perusahaan mengenai pemanfaatan sampah Organik dan Non Organik
- Tujuan
- Menghilangkan timbulan sampah organik (daun kering dan rumput liar) di area UBP Bali - Unit PLTD/G Pesanggaran yang dibuang ke TPA
- Sasaran
- Memanfaatakan 65% sampah organik (daun kering dan rumput liar) di area UBP Bali - PLTD/G Pesanggaran
- Tahun
- 2014 dan 2018
- Anggaran
- IDR 29.450.000,-
| Tahun | Sampah organik yang tidak dapat di manfaatakan (ton) | Timbulan sampah organik yang dapat dikomposkan (ton) | Hasil Komposting (ton) |
| 2014 | 5.593 | 1.628 | 2.605 |
| 2015 | 5.016 | 1.980 | 3.745 |
| 2016 | 4.411 | 2.722 | 4.435 |
| 2017 | 2.285 | 4.471 | 3.965 |
| 2018 | 0.036 | 2.550 | 3.700 |