Program: PEMANFAATAN AIR WUDHU UNTUK AIR MINUM HEWAN TERNAK
Di area PT PLN Indonesia Power UBP Bali ini terdapat mushola yang digunakan pihak internal maupun eksternal untuk beriabadah, sehingga debit air yang digunakan bisa dimanfaatkan kembali salah satunya untuk pemberdayaan masyarakat sekitar pembangkit yang memiliki hewan ternak. Karena cukup sulit dalam mendapatkan air bersih di sekitar kandang sehingga dilakukan kajian untuk menggunakan kembali air bekas wudhu.
Orang yang berwudhu umumnya sudah dalam kondisi yang bersih. Bersih disini dalam artian tidak mengandung racun berbahaya maupun zat-zat kotor lainnya. Jika orang yang sehabis memegang benda beracun ataupun zat-zat berbahaya pasti akan mencucinya dengan sabun bukan dengan cara berwudhu. Namun, kewajiban bersuci sebelum mengerjakan sholat yang membuat orang harus mengerjakan wudhu setiap akan melakukan sembahyang. Air yang mengalir saat berwudhu akan terbuang sia-sia. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika dimanfaatkan untuk sesuatu yang bermanfaat, yaitu untuk minum hewan ternak. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memberikan bak penampungan air yang langsung dapat menyalurkkannya melalui pipa. Hal tersebut hampir sama dengan prinsip pada washtafle. Kemudian air dialirkan ke penampungan tempat penyaringan dilakukan. Penyaringan yang digunakan disusun dari bahan yang bertekstur kasar dan ukurannya besar sampai bahan yang bertekstur lembut
Proses pemanfaatan air bekas wudhu sehingga dapat menjadi sederhana. Hal tersebut dapat langsung dilakukan dengan menampung air dalam wadah atau mengalirkannya lewat saluran khusus. Namun, mengingat tidak dapat dipungkiri bahwa ada kandungan tertentu dalam air wudhu yang diakibatkan kotoran yang menempel pada anggota badan manusia maka sebaiknya dilakukan proses filtrasi sederhana untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bagi kelangsungan hidup hewan ternak. Proses filtrasi yang dilakukan tidak serumit yang biasanya dilakukan pada air yang kotor dan sengaja dibersihkan untuk dikonsumsi yang biasanya menambahkan zat-zat kimia didalamnya.Tetapi, proses filtrasi yang dilakukan disini hanya menggunakan bahan-bahan alam, yakni serabut kelapa, batu, kerikil, pasir, arang, kapas, dan lainnya yang disusun secara sederhana berdasarkan tingkat tekstur dan ukurannya. Secara sederhana proses kerjanya sebagai berikut :
1. Pasang penampung air di bawah tempat wudhu
2. Di bawah penampung air tersebut terdapat lubang untuk mengalirkan air bekas wudhu menuju penampungan ke dua ( tempat filtrasi)
3. Air yang telah melalui proses penyaringan dialirkan langsung terhubung dengan kran untuk minum ternak.